Gratcia Nulis

Monday, March 28, 2016

4 Peraturan Yang Wajib Diketahui Pengarang Agar Sukses Menulis Cerita! Mau Tahu Apa Saja Mereka? Baca Tulisan Ini!

Haha, salah satunya adalah, wajib membuat judul yang bikin orang kepingin baca (itu kan salah satu teori copywriting, grab your audience attentions immediately with your post title!). Etapi, itu mah berikutnya ya, setelah membuat karangan baru mikirin penampilan karangan. Judul,  cover buku dan gimana kamu nyusun ceritanya itu semua termasuk dalam penampakan.

Seperti yang kalian seharusnya sudah tau, Jadi, salah satu kegilaan kegiatan sampingan saya adalah mempelajari tentang menulis cerita. Saking sukanya saya melakukan pencarian tentang teknik-teknik mengarang sampai akhirnya saya bikin blog khusus namanya Architext101 (belum ada penampakan isinya, masih ditabung di draft) untuk menampung teknik, tips dan entah apalagi yang nanti bakalan saya temukan. Hal ini nyambung dengan blog saya bersama teman-teman di KampungFiksi.com yang isinya semua tentang fiksi: pengarang, novel, cerpen, film (layar lebar/televisi), main-main ke sana aja kalau pingin tahu.

Lanjut yuk....

Mengarang cerita fiksi masuk dalam ranah kreatif (amin, saudara?), dan kreativitas mematuhi satu set aturan dan hukum yang nggak biasa. Kalau kamu melanggar aturan hukum tersebut kamu bakalan menghabiskan (terlampau) banyak energi tanpa menghasilkan apa-apa.

Kebanyakan calon pengarang menyerah kalah karena mereka melanggar peraturan tersebut. Ironisnya, pelanggaran dilakukan tanpa menyadari bahwa peraturan itu ada. Padahal, dengan melakukan pelanggaran tersebut (tet-tot!!!!) sama saja dengan menjerumuskan diri untuk melakukan hal yang mustahil. Apa akibatnya saat ngotot tetap keukeuh melakukan hal yang salah mustahil? Banjir nggak bakal berhenti mengguyur saat musim hujan tiba walaupun Bandung adanya di dataran tinggi! Jawab sendiri aja ya, saya udah duluan mikirin banjir akibat sampah yang nggak dibersihkan dengan berharap semoga hujannya yang dikendalikan sama Tuhan (puter mata), terlalu pemalas itu nggak kreatif menemukan solusi sodara, kreatifnya menemukan alesan dan membuat komentar yang memancing sandal melayang., pasti tau dong...

Kenapa hal itu terjadi? Karena adanya salah pengertian tentang bagaimana proses kerja yang seharusnya terjadi misalnya, mustinya bersihin sampah di sungai, tapi mikirnya curah hujanlah  yang kudu dikendalikan. Kebanyakan orang mengalami salah pengertian ini karena ia sudah terbiasa bertahun-tahun membiarkan banjir terjadi dengan aturan standar lalu dengan niat baik, memaksakan peraturan yang dikira masuk akal tersebut ke dalam proses mengarang. Karena peraturan yang diikutinya salah, hasilnya pun mengecewakan.

Haish, miss G, jadi apa dooong peraturan-peraturannya? Dari tadi ngomelnya soal banjir-banjiran melulu!

Mau tahu apa saja peraturan yang wajib diketahui oleh pengarang yang sakseus menulis ceritanya?

Read more »

Labels: , ,