Skip to main content

Posts

Featured Post

The Game We Play, Refleksi Setelah Menonton Game of Thrones

Dua minggu belakangan ini, saya mulai menonton ulang Game of Thrones, sambil ikut menunggu season terakhir dari serial ini. Game of Thrones, di balik adegan-adegan saling bunuh dan adegan seks yang secara brutal mempertontonkan tubuh-tubuh yan terbelah maupun tubuh-tubuh telanjang sepanjang hampir semua episodenya, sebetulnya adalah cerita tentang politik, tentang bagaimana bertahan hidup dalam sebuah dunia yang brutal. Dalam dunia Game of Thrones, kebaikan, kebenaran, kehormatan dan cinta saja tidak cukup untuk membuat seorang tokoh bertahan hidup. Tokoh yang tidak punya ambisi untuk menjadi the ruler of the 7 kingdoms, tidak pantas untuk tetap hidup, meskipun menurut perasaan kita, dia adalah tokoh baik yang kita sukai dan harapkan menjadi lebih dari sebuah kepala terpenggal yang dipancang di atas tombak.

Percayalah, kalau Ned Stark saja bisa berakhir tragis, apalagi Robb Stark yang saat ditanya apa yang akan dia lakukan setelah memenangkan perang, menjawab dia akan kembali ke Winte…

Latest Posts

Tentang Kematian

Afi, Fatamorgana Yang Kita Ciptakan Sendiri

Selamat Ulang Tahun Ahok!

Hanya Ada 2 Macam Tipe Manusia, Pilihan Ada Di Tangan Kita

Instagram: @MyLazySketch

Firefly Lane & Fly Away, Catatan Tentang Sequel Yang Tak Habis Saya Baca, Karena?

Gods of Egypt: Film Jelek Yang Bagus dan Mengasyikkan

Before I Go: Ketika Kematian Tidak Dapat Dihindari, Apa Yang Harus Dilakukan?

Tadinya, Saya Memilih Ahok Bukan Karena Sama-sama Kristen, Tapi Sekarang...

Katakan Cukup Sudah, Aku Bukan Sisyphus